Selasa, 04 Juni 2013

Mikha Angelo, Justin Biebernya Indonesia!!!!




Hi, guys!!! Tau dong, itu semua foto siapa? Yup! Siapa lagi kalo bukan Mikha Angelo Brahmantyo ato yang biasa dipanggil Mikha Angelo. Namanya mulai meledak setelah muncul di ajang menyanyi, X Factor Indonesia. Sebelumnya dia cukup sering muncul di Youtube loh baik solo maupun bersama bandnya, TheOvertunes. Kita juga bisa menikmati tuh, berbagai videonya di Youtube.



Bandnya Mikha, TheOvertunes terdiri dari Mikha (vocalist), Mada (drummer), Reuben (guitarist), dan Jeremy (bassist). Yang pengen tau orangnya masing-masing, tu namanya udah urut sama fotonya. Dari kiri ke kanan.

X Factor Indoonesia harus bangga tuh, punya finalist muda yang super imut dan bersuara emas seperti Mikha Angelo. Selain itu, dia juga jago poppin dance. Gila. Sebagai fans dari Mikha Angelo, salah satu dari Djimbas, aku berharap banget nih nasib Mikha bakal kayak One Direction. Okelah, gk jadi juara tapi ntar bakal lebih tenar & sukses dari yang memangku gelar Juara X Factor. Haha! #puasbangetketawanya

Di sisi lain juga ada Fatin Shidqia, yang merupakan versi cewek dari Mikha Angelo di X Factor Indonesia. Yah, walaupun kadang kita temui para fans mereka berdua saling bertentangan. Paling kalo ketemu bisa sampe cakar-cakaran ato jambak-jambakan tuh.

Aku mulai ngefans sama Mikha setelah dia bilang masih berumur 15 belas tapi udah kuliah di jurusan musik saat diwawancarai ketika audisi. Apalagi setelah denger suaranya aduh, melting nih badan...

Untuk yang pengen tau lebih lengkap mengenai Mikha, nih aku kasih tau biodatanya bang Mikha


→ PROFILE
Full name: Mikha Angelo Brahmantyo
Nicknames: Mikha, Mik
Date of birth: November 8, 1997
Place of birth: Jakarta, Indonesia
Current education: Studying at SSR Jakarta
Musical instruments: Guitar, Maracas, Bass, Keyboard, Piano
Music influence: Matt Wertz, John Mayer, Coldplay, Ellie Goulding
Family:
  • Brahm (father)
  • Yvonne (mother)
  • Mada (older brother)
  • Reuben (older brother)
  • Andrew (younger brother)
→ FAVORITES
Color: Brown
Number: 97
Food: Fried rice with cheese
Sport: Soccer
Movie: Blindside, Miracle Worker, Flipped, Hugo
Subject: Physical education
Animal: Dog, Black bear
Artists:
Video game: Fifa, Halo, FM, Minecraft
Soccer team: Newcastle United
Bible verse: “But as for me, I watch in hope for the Lord, I wait for God my Savior; my God will hear me.” (Micah 7:7)
→ TRIVIAS
Hidden talent:
Fear of: Ants.
Celebrity crush:
→ QUOTES

→ SOCIAL NETWORKS
Hehe, sorry nih, biodatanya aku copas dari official TheOvertunes. Kayanya segini dulu deh info dari aku. Ditunggu masukannya yaaa... Jangan lupa follow @septianadwi22 Thank You :)

Lagi Galau Mikirin UN??? Yuk Simak Pembahasan Kali Ini!!!


Ketika UN pastinya kita selalu diiringi dengan keinginan untuk mendapatkan danem terbaik. Sebenarnya untuk mengabulkan keinginan tersebut tidaklah sulit. Kita hanya perlu memilih. Bukan memilih antara options a, b, c, ato d, melainkan kita harus memilih beberapa hal sepele seperti berikut :
1.     Memilih untuk JUJUR ato TIDAK JUJUR
Kalo kita memilih jujur, pastinya dari awal kita sudah niat dan berjanji untuk 100% kerja sendiri. Dan pastinya perlu usaha mati-matian dan persiapan yang matang. Tapi sialnya, terkadang jujur dominan dengan nilai yang kurang memuaskan. Dan jika hal ini terjadi, kita kebanyakan menyesali perbuatan jujur tersebut. Kecuali anak yang benar-benar pintar dan lucky banget. Sambil merem juga mereka pasti dapet nilai yang maksimal.
Kalo tidak jujur, pastinya banyak yang uda tau dong. Mulai dari contekan secara oral, lirik sana lirik sini (tapi udah nggak jaman nih buat UN yang 20 paket), smsan, chatting sama temen, bkin kerpekan, buka browser, sampe-sampe BELI KUNCI JAWABAN! Yang terakhir ini nih yang paling ngehits dari tahun ke tahun. Dan aku sendiri gak tau apa ini bener-bener kejadian ato engga. Kalo tidak jujur nih, sering dominan nilainya bagus-bagus. Ini nih yang suka bikin anak-anak yang jujur.
Hayo, para reader pada pilih mana? Aku yakin nih, banyak anak yang milih gak jujur. Ato pun kalo ada yang bilang jujur, dalam hati tetep pengen gak jujur kalo kepepet. Udah akui aja, hahaha. Ini nih yang bikin orang Indonesia moralnya jelek. Mereka lebih milih kesenangan dunia daripada akhirat. Ya kalo pengen nilai nya bagus, belajar yang serius, doa, dan tirakat. Kalo cari jalan pintas gini sih, sama aja bohong. Jadi biar adil, mending masuk sekolah itu jangan ngandelin danem. Minimal disertai nilai rapot ato tes gitu, biar adil antara anak-anak pinter dan anak-anak lucky. Oke, lanjut yang kedua.
2.     Menggunakan AKAL/LOGIKA ato FEELING
Hal ini memang sangatlah sepele, tapi perlu dipertimbangkan. Akal/logika cukup penting digunakan ketika kita kepepet nggak bisa jawab ketika UN. Dengan logika, setidaknya 75 persen bisa menempuh jawaban yang benar. Namun, untuk dapat mencapai logika yang benar, kita perlu berlatih. Kita perlu membuka pikiran dan perlu mengerti banyak hal. Mungkin kecerdasan memiliki kekerabatan dengan logika.
Jika menggunakan feeling setidaknya 50 persen jawaban benar. Karena feeling mengandalkan perasaan dan hati. Hanya orang hebat yang bisa menggunakan feeling mereka untuk menjawab pertanyaan sulit ketika UN. Namun kebanyakan anak memilih feeling ketika menjawab pertanyaan sulit. Ya kalo saya bukan menganggap menggunakan feeling tapi lebih tepatnya menjawab ngawur.
Selain logika dan feeling, ada beberapa cara konyol yang sering digunakan anak-anak jaman sekarang. Yaitu menggunakan alat ato hal lain untuk menjawab pertanyaan. Seperti memilih berdasarkan banyak kancing baju, menggunakan dadu dari penghapus, memilih berdasarkan banyak suku kata suatu bacaan, dan sebagainya.
3.     Memilih Kerja Keras ato Mengandalkan Lucky
Agak gak nyambung emang buat pilihan kali ini. Ya, memang kadang sering ditemui beberapa anak yang pasrah dan memilih untuk terus berdoa saja. Ini bukanlah jalan keluar menghadapi UN seganas sekarang ini. Kita perlu mengimbangi dengan kerja keras. Itupun belum tentu hasil terbaik yang diberikan Tuhan sesuai dengan keinginan kita.
Kerja Keras adalah tokoh utama dalam menghadapi suatu ujian. Baik itu ujian fisik, psikis, ato ujian lain seperti UN ini. Baru, setelah kita berusaha keras kita berserah diri kepada Tuhan. Setelah ini kita baru bisa pasrah atas hasil kita nanti.
4.     Mengikuti Saran Orang Lain ato Mematuhi Niat dan Jati Diri Kita
Saran orang lain? Bingung ya maksudnya? Jadi gini penjelasannya. Saran orang lain biasanya berupa tips-tips untuk menghadapi UN. Kalau untuk saya pribadi, tidak menyarankan para pelajar yang akan menghadapi UN untuk sepenuhnya mengikuti semua tips yang diberikan atau yang kalian dapat dari berbagai sumber. Memang cukup membantu setelah mengikuti beberapa tips yang telah kalian terima. Tapi alangkah baiknya jika kalian mengikuti persiapan dan cara belajar yang begitu nyaman dan efektif menurut kalian sendiri. Karena berdasarkan pengalaman, saya justru terjebak karena mengikuti saran belajar yang pernah saya terima sebelumnya. Mungkin bagi beberapa orang efektif, tapi belum tentu bagi kita efektif. Betul kan? Setiap orang memiliki cara dan tips terbaik untuk diri mereka masing-masing.

Mungkin cukup ini dulu yang bisa saya sampaikan. Mungkin lain kali bisa saya tambah lagi. Jangan lupa comment dan sharingnya ya… http://septianadwi22.blogspot.com/


Senin, 07 Januari 2013

Cara Mendapatkan Banyak Jempol (Like) di Facebook

Kali ini, saya akan posting mengenai Trik Mendapatkan Banyak Jempol (Like) di Facebook. Pagi para penggemar media sosial yang satu ini pasti suka dong kalau postingnya banyak yang nge-like.
Untuk mendapatkan trik tersebut silahkan buka situs di bawah ini : http://dasanbaru.wordpress.com/2012/09/08/auto-like-facebook-status-menguak-rahasia-para-jempoler/

Terimakasih, semoga bermanfaat :)

Pembuatan Asbak dari LIMBAH KACA dan DAUN KERING

Pembuatan Asbak Dari Limbah Kaca dan Daun Kering



1
RUMUSAN MASALAH
1.      Melimpahnya limbah kaca yang ada di lingkungan sekitar
2.      Limbah kaca merupakan sampah anorganik sehingga tidak dapat diuraikan
3.      Sampah – sampah seperti kaca, akan membahayakan lingkungan hidup jika dibiarkan begitu saja
4.      Terus meningkatnya kebutuhan akan pernak – pernik maupun hiasan rumah
TUJUAN
1.      Mengurangi limbah kaca yang ada di lingkungan sekitar
2.      Mengubah sampah – sampah anorganik (kaca) menjadi barang – barang lain yang lebih ekonomis dan bernilai tinggi sehingga sampah / limbah kaca tidak terbuang sia – sia
3.      Mengelola sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup
4.      Menarik minat konsumen dengan barang – barang yang bernilai estestika namun merupakan hasil dari daur ulang. Jadi, walaupun kita meminimalisir pengunaan barang – barang yang tidak dapat diuraikan, masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan mereka
MANFAAT
1.      Menambah kreatifitas
2.      Mengurangi pembuangan limbah / barang yang sudah tidak terpakai di lingkungan kita
3.      Mengurangi pencemaran
4.      Menghemat lahan TPA
5.      Lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman
6.      Memperoleh barang – barang yang bernilai ekonomis dengan modal barang – barang yang kurang berdaya guna

ALAT 

  1. Amplas
  2. Baskom
  3. Gunting
  4. Besi lurus sebagai alat tumpu memotong
  5. Spidol
  6. Pemotong kaca
  7. Tang
  8. Setrika
BAHAN
  1. Kaca bekas dengan tebal 3 mm dan 5 mm
  2. Cermin bekas dengan tebal 2 mm
  3. H2O2 (Hidrogen Peroksida) dengan kadar 50% sebanyak 200cc
  4. Lem kaca
  5. Asam sitrat (sitrun) kemasan kecil
  6. Spons
CARA MEMBUAT ASBAK
  1. Potong kaca yang memiliki tebal 5 mm, dengan ukuran sebagai berikut : 10 x 10 cm sebanyak 1 buah, 2 x 2 cm sebanyak 4 buah, 8 x 1 cm sebanyak 28 buah
  2. Potong kaca yang memiliki tebal 3 mm, dengan ukuran sebagai berikut : 7 x 7 cm sebanyak 1 buah, 3 x 7 cm sebanyak 4 buah
  3. Potong cermin yang memiliki tebal 2 mm, dengan ukuran sebagai berikut : 4 x 1,5 cm sebanyak 4 buah, 3 x 1,5 cm sebanyak 4 buah
  4. Potong spons dengan ukuran 2 x 2 cm sebanyak 4 buah
  5. Gunakan kaca yang memiliki tebal 5 mm dengan ukuran 10 x 10 cm sebagai alas / dasar asbak
  6. Buat dinding / kerangka asbak menggunakan kaca yang memiliki tebal 5 mm dengan ukuran 8 x 1 cm sebanyak 28 buah, dengan menyusunnya seperti menyusun batu bata dengan menggunakan lem kaca
  7. Pemberian lem pada kaca sebaiknya dengan mengoleskan lem dari tengah kemudian memanjang ke samping
  8. Buat lengkungan pada mulut asbak (sebagai tempat meletakkan rokok) dengan mengunakan pemotong kaca kemudian dihaluskan mengunakan amplas
  9. Buat kaki asbak dengan menempelkan kaca yang memiliki tebal 5 mm dengan ukuran 2 x 2 cm pada keempat sudut asbak
  10. Tempelkan spons pada keempat kaki asbak
  11. Hasilnya seperti gambar di bawah ini

 PEMBUATAN DAUN KERING SEBAGAI HIASA

  1.  Campurkan H2O2 dengan dua per tiga bungkus sitrun (kemasan kecil)  pada baskom
  2. Masukkan daun kupu – kupu ke dalam campuran tadi
  3. Rendam minimal hingga 1 hari 1 malam
  4. Tiriskan daun tadi kemudian keringkan
  5. Agar daun terlihat lebih bagus dan rapi, setrikalah daun tersebut satu persatu
  6. Daun siap digunakan

PEMASANGAN DAUN KERING SEBAGAI HIASAN
  • Susun daun kering tadi di alas dalam asbak dengan pola seperti di bawah ini

  • Sisa daun ditekuk kemudian ditempelkan di dinding dalam asbak
  • Press / tekan daun tersebut menggunakan kaca yang memiliki tebal 3 mm dengan ukuran 7,5 x 7,5 cm (tanpa lem)

  • Susun beberapa daun lagi di dinding dalam asbak yang diselipkan di luar sisa daun awal tadi, seperti gambar di bawah ini


  • Setelah tersusun rapi, press / tekan menggunakan kaca yang memiliki tebal 3 mm dengan ukuran 7,5 x cm
  • Ulangi kegiatan di atas hingga semua bagian dalam asbak tertutup, sebaiknya penggunaan lem hanya digunakan untuk merekatkan kedua sisi kaca yang benar – benar harus melekat. Karena, sisa lem yang terlihat akan mengurangi nilai estestis dari asbak tersebut
  • Potonglah sisa daun yang tidak tertutup kaca
  • Untuk bagian atas /mulut asbak (bagian dari perpotongan daun dan kaca), ditutup dengan cermin yang memiliki tebal 2 mm
  • Hasilnya seperti gambar di bawah ini

TERIMAKASIH ATAS KERJA SAMANYA KEPADA :
  • Berliantika Dara A
  • Dimas Wahyu S
  • Rizky Fizal F
  • Rusti Nurgya O

Drama "BAWANG MERAH AND BAWANG PUTIH" (English Version)


The Script of
Bawang Merah and Bawang Putih


(Folk Tale from Riau, Sumatera)


Jl. Jenderal Basuki Rahmad No. 96 Tulungagung 6612
Telp. 0355-321806 / Fax. 0355-33061 / E-mail : smpn1@smpn1tulungagung.sch.id

JUNIOR HIGH SCHOOL 1 TULUNGAGUNG



SCENE 1
Once upon time, in a countryside lived a family that is Bawang Merah and Bawang Putih. What in life, Bawang Putih fulled of snubbing, torture, also gripe. Till at one time, Bawang Merah called Bawang Putih with full of dander.
Bawang Merah                   : Putih… Putih…!! Come here! Clean the living room! (akimbo)
Bawang Putih                     : Yes, Bawang Merah (bowing and go to take the broom)
SCENE 2
Bawang Merah’s mother which will go to the kitchen, see a heap of soiled clothes in clothes crate. Then, she calls Bawang Putih with dander tone.
Bawang Merah’s mother   : Ha? Where is Bawang Putih? Why that clothes not yet been cleaned? (at the same time, see left right) Putih… Putih…
Bawang Putih’s father         : What’s happen mom? (with feeling of question)
Bawang Merah’s mother     : Oh, dad. No problem. Hmm, you have wake up. Where will you go?
Bawang Putih’s father          : I will go to trad. Where are Bawang Putih and Bawang Bawang Merah?
Bawang Merah’s mother      : Umm… They are playing in their bedroom. (with nervous  face)
Bawang Putih’s father        : There is a little shopping money. (at the same time give money). So, take care our children and yourself. (holding his wife’s shoulder).
Bawang Merah’s mother   : Don’t worry.
Bawang Putih’s father        : Daa…
Bawang Merah’s mother   : Daa… Be carefull…
                                              Huh… stupid husband!! Do you think I really love you? I just love your wealth! Putih… Putih… (akimbo)
Bawang Putih                      : What’s happen mom? (with hurried face)
Bawang Merah’s mother   : Where are you from? I have call you many times! Are you deaf? Ha!!
Bawang Putih                      : Hmmm… Yes mom. I’m sorry
Bawang Merah’s mother   : Good. Now clean that clothes in river. Then, mop all of this house! Understand?!
Bawang Putih                      : Yes, mom
SCENE 3
After that, Bawang Putih go to the river. At the same time, she cry ang pray to the God.
Bawang Putih                      : Oh, my God, forgive my mother’s sins and open her mind. (cry)
Unconsciously, come a prince and his two guards.
Guard 1                               : Sorry, sir. Likely there is a girl in there (point to Bawang Putih)
Guard 2                               : Right sir. Likely she is washing some clothes (zestful)
Prince                                  : Yes, right. But, is she alone? (full of wonderment and see to that girl) Had better that all of you see there!
Guard 1 and 2                     : Yes, sir (nod)
Both of guard even go to see her. After that, they back to their prince.
Guard 1                               : Sir, she is alone
Guard 2                               : Likely, she is pretty and kindness, sir.
Prince                                  : Let us go there.
Guard 1 and 2                     : Yes, sir!
Prince                                  : Hi, miss! (with nervous and embrassed)
Bawang Putih                      : (Stand up)
Prince                                  : I might to now, what’s your name? Where are you from? And why do you alone in this lonely river?
Bawang Putih                      : Umm… My name is Bawang Putih, sir. I come from an across village. But, sorry Sir, I must go home. I was afraid my mother scolded me.
PRINCE                                : Wait… wait Miss! (he shout) Let us follow her, and where her actual house?
SCENE 4
Then, the prince and his two bodyguards went to follow Bawang Putih. The prince fell that Bawang Putih was has always coveted. And then, prince hurried to the Bawang Putih’s house
Bawang Merah’s mother   : Bawang Merah, look that! (point to Prince). Who’s coming? (fill with wonder)
Bawang Merah                   : Yes, mom. Likely he is a prince. Oh, he looks dashing and handsome. (with amazed face)
Bawang Merah’s mother   : Calm dear. Mom knew what he means here. He want to look for empress.
Bawang Merah                   : Is it correct, mom? Please help me, mom, I want to be his Princess. (jump for joy)
Prince                                 : Excuse me…
Bawang Merah’s mother   : Yes Sir (surprise). What your purposes to come to this hut? Do you want to marry my daughter is pretty and sweet, sir?
Prince                                 : Umm… I want to marry your daughter.
Bawang Merah’s moter     : Right? Are you sure? You want to marry my daughter is pretty and sweet, sir? But, I want to marry your daughter, named Bawang Putih. (full smile)
Prince                                 : Oh, I’m sorry. But, I want to marry your daughter, named Bawang Putih. (full smile)
Bawang Merah                   : Why the prince prefers Bawang Putih? Bawang Putih is very crafty and like to play every boy, not like me. I like good, obedient, and loyal (with happy smile). After all she’s ugly, not like me.
Prince                                 : Yes, you’re right. You are beauliful, sweet, and attractive, miss. But unfortunately, my heart is holed on Bawang Putih. Please call Bawang Putih…
Bawang Merah                   : Huh… Why should Bawang Putih? (as she stomped). Putih…!! Putih…!!
Bawang Putih                     : Yes, sist…
Bawang Merah                   : Come here! Look, there is a prince want to meet you. (with full expression of hatted).
Bawang Putih                     : (full of smiles and looked down shyly)
Prince                                 : Bawang Putih, will you marry me? (give some flowers to Bawang Putih).
Bawang Putih                     : (take the interest of prince)
All                                       : (clap their hands)
Prince                                 : Well, ma’am. I will bring Bawang Putih to my palace and I will make her as my princess.
Bawang Putih                     : Mom… (approached and hugged her mother).
Bawang Merah’s mother   : Putih, I’m sorry about all of my forgive.
Bawang Putih                     : Yes, mom. Me too. I Bawang Merah… (approached and hugged Bawang Merah)
Bawang Merah                   : Putih. I’m sorry for all my forgive.
Prince                                 : So, we set off once mom. Perission (walk out of the house)
Bawang Merah’s mother   : Yes, Sir. Bye!! Don’t forget us Bawang Putih!
Hence, they went to monarchic palace and made Bawang Putih as princess, and to the last they live happy forever.
“Badness can’t defeat kindliness. And although creature human being most perfect on earth. We don’t neglect at who making we become perfection.”
THE END
THANK YOU FOR YOUR ATTENTION

Minggu, 18 November 2012

Drama Bahasa Jawa ANDHE-ANDHE LUMUT


Mbok Menah   : “Para pamiarsa, jenengku Mbok Menah. Aku iki, simboke para klenting lho. Perlu sedulur-sedulur ngerteni manawa aku iki seneng banget duwe anak sing ayu-ayu, pinter-pinter, sehat-sehat, manut pisan marang wong tuwa. Pokoke ora ana sing bisa ngluwihi dheweke ing desa iki. Wis akeh lho, para nom-noman sing nglamar anak-anakku. Eh, uwis ya pamiarsa, aku arep masak dhisik. Amarga, anak-anakku durung sarapan.”
K. Abang        : ”Assalamu’alaikum.... para pamiarsa, tepangaken kita sedaya punika para klenting, putranipun Mbok Menah. Nami kula Klenting Abang. Kula punika putranipun Mbok Menah ingkang pambarep lho.”
K. Ijo             : ”Nami kula, Klenting Ijo. Adhikipun Klenting abang.”
K. Abang        : ”Para pamiarsa, kula sedaya punika tresna sanget dhateeng simbok kula. Amargi, simbok kula maringi kaleluasan dhateng kita sedaya. Punika ateges, simbok kula percados dhateng kita sedaya. Bener kan adhiku?”
K. Ijo             : ”Leres sanget pamiarsa. Kita sedaya kan taksih enom, kedah manfaataken saksaenipun. Gesang punika namung sepindah. Sampun ngantus sia-sia.”
K. Abang        : ”Eh adhiku! Uwis ayo melbu, awake dhewe kan kudu ngewangi simbok masak. Ayo!”

Adegan I

K. Kuning        : ”Assalamu’alaikum...kulanuwn...kulanuwun...”
K. Abang        : ”Heh ana apa? Awakmu arep nggoleki sapa?”
K. Kuning        : ”Kula...kula punika  tiyang ingkang mbboten gadhah griya kaliyan bapa biyung. Kula kepingin dipundadosaken sederek dhateng mriki.”
K. Ijo             : ”Apa? Arep dadi sadulurku? Arep numpang neng kene ngono? Sory ya, uwis ora ana enggon neng kene!”
K. Kuning        : ”Please...kula purun dipunutus punapakemawon...”
K. Abang        : ”Plas plis plas plis! Omonge ae aneh-aneh! Wis ngaliha kana! Ora level!”

Mbok Menah   : ”Lho, sapa iki? Ayu tenan ta kowe nduk...”
K. Kuning        : ”Mbok, kula punika mboten gadhah griya kaliyan bapa biyung. Kula urip piyambakan. Dados kula nyuwun tulung mbok, kula kepingin dados sederek dhateng mriki, please...”
Mbok Menah   : ”Plis? Plis iku apa ta nduk?”
K. Abang        : ”Alah mbok...mboten wonten paedhahe ngladosi lare punika!
Mbok Menah   : ”Uwis-uwis! Simbok tambah bingung iki. Nduk, cah ayu... simbok olehi kowe  dadi kaluwargane kene. Nanging kowe kudu ngewangi neng kene ya!”
K. Kuning        : ”Wah, matur nuwun...matur nuwun mbok, matur nuwun sanget.”
Mbok Menah   : ”Iya....iya. eh, jenengmu sapa nduk?”
K. Kuning        : ”Kula mboten ngertos mbok.”
Mbok Menah   : ”Yo wis. Sarehne klambimu kuning-kuning, awakmu tak wenehi jeneng Klenting Kuning yo.”
K. Kuning        : ”Inggih mbok.”
Mbok Menah   : ”Nah, saiki awakmu bisa awor karo dulur-dulurmu.”
K. Kuning        : ”Inggih mbok, matur nuwun.”

Adegan II

K. Kuning        : ”Para pamiarsa, kula remen sanget. Amargi, sakpunika kula sampun gadhah griya. Nanging sederek-sederek kula punika mboten saged njagi karesikan omah, alias koproh. Senaosa kula ditindsksken kados pembantu, mboten punapa-napa. Prayogi, tujuan kula kagem manggihaken Kakang INU KERTAPATI saged katurutan. Nanging ingkang mboten kula ngerteni, mbak-mbakku ttingkahe kok aneh-aneh nggih. Wayah kula ngresiki kamare, kula manggihaken putung rokok. Kala wingi dalu, kula manggihaken botl-botol bir dhateng kamare. Dheweke ugi kerep wangsul dalu. Nanging Mbok Menah mboten ngertos masalah punika. Miturut angen-angenku, punika mesthi amargi salah pergaulan.”
K. Ijo             : ”Heh, Klenting Kuning! Simbok neng ndi?”
K. Kuning        : ”Wonten dhateng wingking, mbak.”
K. Abang        : ”Yo wis!”

Adegan III

Mbok Menah   : ”Wah, iki warta sing nyenengake! Anak-anakku... Klenting Abang... Klenting Ijo... Kabeh mrenea!”
Para Klenting  : ”Wonten punapa mbok?”
Mbok Menah   : ”Rungakan nduk, cah ayu! Iki ana pengumuman manawa Si Andhe Andhe Lumuten, eh salah! Maksudku Andhe Andhe Lumut sing gagah prakosa lagi golek bojo. Iki peluang kanggo awakmu! Ayo cepet ndang budhal! Engko pendaftarane selak tutup!”
K. Abang        : ”Inggih sampun mbok kula bidal rumiyin. Nyuwun pangestu nggih mbok...”
K. Ijo             : ”Inggih mbok, kula sisan. Mugi-mugi ingkang dipuntampi kula nggih mbok, senes Klenting Abang punika...”
K. Abang        : ”Heh! Apa wae kowe iki! Wis jelas luwih ayu aku! Body yo apikan aku! Yo wis mesti sing sing ditrima aku…”
K. Ijo             : “Body apikan kowe? Kowe kuwi yo, pantese melu kontes bocah busung lapar!”
K. Abang        : “Huh! Awas yo kowe!!!”
Mbok Menah   : “Uwis uwis… aja panggah tukaran wae. Ndang budhal kana! Yo, muga-muga wae kabeh ditrima karo Andhe Andhe Lumuten. Eh, maksudku Andhe Andhe Lumut.”
Para Klenting  : “Amin…”
K. Abang        : “ Nggih sampun mbok, Assalamu’alaikum.”
K. Ijo             : “Assalamu’alaikum…”
Mbok Menah   : “Wa’alaikumsalam…”
K. Kuning        : “Mbok, lajeng kula kados pundi?”
Mbok Menah   : ”Halah, kowe neng omah ae karo simbok! Paling-paling Andhe Andhe Lumut yo ora level karo kowe!”
(Klenting Kuning langsung mbesengut amarga ora bisa nemoni Andhe Andhe Lumut)
Mbok  Menah  : ”Huh, yo wis! Tapi sadurunge budhal, kowe kudu nganggo iki dhisik kanggo luluran neng awakmu!”
K. Kuning        : ”Punapa niki mbok? Ambetipun kok mboten eco?”
Mbok Menah   : ”Halah, iki namung lenga jelantah sing wis kecampur teléke tikus.”
K. Kuning        : ”Hah?? Naanging wonten punapa mbok? Niki kan  ambetipun mboten eco. Mangke, Andhe Andhe Lumut gila kaliyan kula.”
Mbok Menah   : ”Wis manuta wae, iki supaya  kulitmu tambah katara alus. Wis, budhal kana! Susulen mbak-mbakmu kae!”
K. Kuning        : ”Nggih sampun mbok, kula bidhal rumiyin.”
Mbok Menah   : ”Iya, ati-ati!” (karo ngguyu cekikikan)

Adegan IV

Yuyu .K           : ”Aduh...Oh, pantes wae! Pancen bokokngku kecepit supitku dhewe.” (Lajeng Yuyu Kangkang lenggah kaliyan celingak-celinguk). ”Wah, kok sepi ya? Dengaren kawit isuk nganti awan durung ana penglaris!”
K. Abang        : ”Wah, kok sepi ya? Neng endi praune?”
K. Ijo             : ”Iyu mbak, endi ya praune?”
Yuyu .K.          : ”Wah, nona-nona sing ayu-ayu iki arepmenyang endi ta iya?”
K. Ijo             : ”Wah, kaleresan wontwn Yuyu Kangkang. Yuyu Kangkang ingkang bagus, kula kaliyan mbak kula badhe nyebrang dhateng desa sabrang. Amargi kia punika badhe ngunggah-unggahi Andhe Andhe Lumut.”
Yuyu .K.          : ”Oh... arep neng Desa Dadapan. Arep nemoni Andhe Andhe Lumuten ta iya?”
K. Abang        : ”Andhe Andhe Lumut, Kang...”
Yuyu .K.          : ”Ah, podho wae! Mmm, aku gelem nyabrangake, pokoke aku dibayar 1 yuta saben uwong ta iya? Piye?”
K. Abang        : ”Waduh! Awis sanget Kang? Kula mboten gadhah nyatra sakmenten kathahe!”
Yuyu .K.          : ”Wah, lek gak gelem ya uwis,. Tak tinggal ngalih wae sampeyan.”
K. Ijo             : ”Eh...eh! Yuyu Kangkang!” (Nyedaki Yuyu Kangkang). Yuyu Kangkang, sampeyan kan bagus...sanget! kita nyuwun tulung nggih, supados dipunsabrangaken dhaten desa sabrang. Nggih sepindah-pindah gratis kan nggih mboten punapa-napa.”
Yuyu .K.          : ”Apa? Gratis? Duh...Aduh...jaman saiki uwis ora ana sing gratis dek! Sampeyan aja sakpenake ngomong ngono marang aku ya!”
(Banjur Yuyu Kangkang mikirake cara liyane)
Yuyu .K.          : ”Mmm...yak! aku duwe cara, dek!”
Para Klenting  : ”Kados pundi Kang? Kados pundi?”
Yuyu. K.          : ”Ngene carane.” (Para Klenting nyedaki Yuyu Kangkang). Sawise teka sebrang, aku kepingin disun karo sampeyan kabeh ta iya?  Piye?”
Para Klenting  : ”Hah!?!”
(sawise para Klenting rundingan)
K. Abang        : ”Ya wis... kita sedaya sarujuk. Prayogi kula kaliyan adhi kula enggal teka dhateng Desa Dadapan.”
Yuyu  .K.         : ”Oke...oke...”
(sawisa teka sabrang lan para klenting ngalih)
Yuyu .K.          : ”Wuah!! Sune nona-nona iku jan syahdu!”
(banjur Klenting Kuning teka lan Yuyu Kangkang nyedaki Klenting Kuning)
Yuyu .K.          : ”Hei...! Cah ayu! Sampeyan arep nyabrang ta iya? Wis ora ana prau neng kene, kabeh prau kelem neng dasare segara. Piye manawa tak sabrangake? Nanging kanggo bayarane sun pipi kiwa tengen, piye?”
(Sarehne Klenting Kuning ngerti manawa Yuyu Kangkang ora bakal gelem ngesun pipine amarga ambune ora enak, Klenting Kuning manut karo sing di jaluk Yuyu Kangkang).
K. Kuning        : ”Nggih sampun, kula sarujuk.”
Yuyu .K.          : ”Ya wis, saiki numpako neng gegerku.”
(sawise teka sabrang)
Yuyu .K.          : ”Duh, kanak... ambu apa iki?”
”Duh...aduh jebule sampeyan ta sing ambune ora enak. Wis ngaliha kana! Mumet aku.”
(Klenting Kuning ngguyu cekikikan)

Adegan IV

A. Lumut        : ”Mbok, kados pundi? Sampun wonten pinten lare wadon ingkang sampun daftar?”
M. Rondo        : ”Aduh...Le, simbok yo ora ngerti iki, takon wae menyang asistenmu kuwi. Aku wis bayar larang-larang Rp1.500.0000,- kok menehi informasi ora isa.”
Asisten          : ”Mbok... aja korupsi ta, bayaran kula kan namung Rp100.000,- ngendika Rp1.500.0000,- supados dikinten sugih ngoten? Menawi informasi lamaran, ngantos dinten punika sampun wonten 999 lare wadon ingkang kepingin ngunggah-unggahi juragan.”
A. Lumut        : ”Wuah...lumayan akeh ya. Ten...terus dina iki?”
Asisten          : ”Nganti detik punika, taksih dereng wwonten lare wadon ingkang sampun daftar, den.”
M. Rondo        : ”Kowe iki wis kepengin tenan ta. Yo wis sabar wae. Dienteni wae nganti akeh cah wadon ingkang sampun daftar.”
(Para Klenting teka marani Andhe Andhe Lumut)
Para Klenting  : ”Assalamu’alaikum... Assalamu’alaikum...”
M. Rondo        : ”Kana Ten, jajal delengen, palingiku bocah sing arep nglamar.”
Asisten          : ”Ya, mlebua. Mesti mbak-mbak ayu iki arep nglamar  juragan Andhe Andhe Lumut.”
K. Abang        : ”Inggih asisten, kula kaliyan adhi kula punika badhe daftar.”
Asisten          : ”Iya, iya... tapi ana syarate. Syaratipun punapa mbok?”
M. Rondo        : ”Kowe kuwi piye ta, Ten! Wong catetan wwis lengkap difoto copy, masa awakmu lali!”
Asisten          : ”Oh inggih mbok, kelingan kula sakniki.wonten dhaten sak klambi kula.”
M. Rondo        : ”Wis, ndang diwaca kana persyaratane!”
K. Ijo             : ”Tuan asisten, sampeyan aja nyamaraken kita sedaya ta. Punapa kita sedaya kirang ayu?”
Asisten          : ”Heh, aja cerewet ya! Lek ora gelem metua saka kene!”
Para Klenting  : ”Eh, inggih inggih. Kita bakal nurut dhateng sedaya syaratipun.”
Asisten          : ”Hmm, rungakna sing tenanan ya.”
Syarat ka 1       : Kuddu ayu
Syarat ka 2      : Kudu duwe swara sing endah utawa bisa nyanyi
Syarat ka 3      : Kudu melu tes kawarasan
Syarat ka 4      : Lambe kudu lengkap lan ora sumbing, artikulasi kudu jelas. Supaya manawa diapak-apakne bisa enak.
”Piye? Wis jelas syarate? Tak celuk siji-siji ya. Ka 1 Klenting Abang...”
(sawise tes)
Asisten          : ”Wayahe pengumuman!”
K. Abang        : ”Iki mesti akuu sing kepilih.”
K. Ijo             : ”Yo jelas aku lah...”
(banjur Klenting Kuning teka)
K. Kuning        : ”Kulanuwun... Kula badhe daftar.”
Asisten          : ”Mangga mangga... tapiu kaya sing liya. Mbak kudu nglakoni persyaratane. Yaiku :
Syarat ka 1       : Kuddu ayu
Syarat ka 2      : Kudu duwe swara sing endah utawa bisa nyanyi
Syarat ka 3      : Kudu melu tes kawarasan
Syarat ka 4      : Lambe kudu lengkap lan ora sumbing, artikulasi kudu jelas. Supaya manawa diapak-apakne bisa enak.
”Mbok, wonten lare wadon badhe nglamar malih. Nanging ambune benten mbok, ambune mak nyoss. Punapa simbok siap?”
M. Rondo        : ”Aduh, ambu apa iki nduk? Coba ndeleng sikilmu, paling kowe mideg telek kucing.”
”Eh, jebule nyatu ambumu sing ora enak.”
(saweise ngetes Klenting Kuning)
Asisten          : ”Wayahe pengumuman! Miturut rapat antara aku, Mbok Rondo, lan juragan Andhe Andhe Lumut, asile:
K. Abang    : saka asile tes lan uwis ketara saka fisikmu, kowe duwe penyakit cacingen.
K. Ijo        : saka asile tes, kowe kerep ngrokok lan ngombe omben.
”Dadi kesimpulane kabeh ora bisa njaga kesehatan, dadi kabeh ora bisa ditrima. Lan neng pipine ketara bekas sune Yuyu Kangkang. Klenting Kuning, saka asile tes kowe ora duwe penyakit. Dadi kowe sing dipilih dadi garwane Andhe Andhe Lumut.”

Adegan V

K. Kuning        : ”Punapa punika leres Kakang INU KERTAPATI?”
A. Lumut        : ”Iyo leres sanget. Diajeng, akhire aku bisa nemokake calon garwaku. »
K. Kuning        : ”Inggih Kakangmas.”