Minggu, 18 November 2012

17 Bukti dan Fakta Bahwa Emisi Terbesar Global Warming Berkaitan dengan Peternakan!!



17 Bukti dan Fakta Bahwa Emisi Terbesar Global Warming Berkaitan dengan Peternakan!!

1.       Hampir 1/5 (20%) dari emisi karbon berasal dari peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua kendaraan di dunia!
Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, "Sektor peternakan adalah satu dari dua atau tiga penyumbang terbesar bagi krisis lingkungan yang paling serius dalam setiap skala, mulai dari lokal hingga global."
2.     Industri ternak ternyata telah menjadi penyebab utama dari pengrusakan lingkungan dan emisi gas rumah kaca. Memelihara ternak untuk konsumsi telah menjadi salah satu penghasil gas karbon dioksida terbesar serta menjadi satu-satunya sumber emisi gas metana dan nitro oksida terbesar.
(Laporan FAO 2006: Livestock Long Shadow) 18% Produksi ternak bertanggung jawab terhadap emisi GHG global dari seluruh akitivitas manusia.
Sektor peternakan telah menyumbang 9% racun karbon dioksida, 65% nitro oksida, dan 37% gas metana yang dihasilkan karena ulah manusia. Gas metana menghasilkan gas rumah kaca 20x lebih besar dan nitro oksida 296x lebih banyak jauh di atas karbon dioksida. Peternakan juga menimbulkan 64% amonia yang dihasilkan karena campur tangan manusia sehingga mengakibatkan hujan asam.
3.        (Animal Science Journal, DOI: 10.1111/1740- 929.2007. 00457.x.) 36,4 kg CO2 Sumbangan gas rumah kaca penyebab pemanasan global oleh 1kg daging, setara dengan mobil eropa yang berjalan sejauh 250 km, atau energi fosil untuk menyalakan lampu 100 watt selama 20 hari.
4.        2,4 triliun ton per tahun CO2 yang ditambahkan ke udara akibat perubahan tanah yang berhubungan dengan peternakan.
5.                Peternakan juga telah menjadi penyebab utama dari kerusakan tanah dan air.
Saat ini peternakan menggunakan 30% dari permukaan tanah di Bumi, dan bahkan lebih banyak lahan yang digunakan untuk menanam makanan ternak.
6.    (Pangan dan Uang demi Kesehatan Bangsa”, National Geographic Indonesia, edisi khusus: Detak Bumi, h.38) 30 juta km2 Lahan di Indonesia dapakai penggembalaan ternak.
7.     (Laporan Bapak Steinfeld, pengarang senior dari Organisasi Pangan dan Pertanian) Dampak Buruk yang Lama dari Peternakan - Isu dan Pilihan Lingkungan (Livestock’s Long Shadow–Environmental Issues and Options), peternakan adalah "penggerak utama dari penebangan hutan”.
Kira – kira 70% dari bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak.
Selain itu, ladang pakan ternak telah menurunkan mutu tanah. Kira – kira 20% dari padang rumput turun mutunya karena pemeliharaan ternak yang berlebihan, pemadatan, dan erosi.
8.        Peternakan juga bertanggung jawab atas konsumsi dan polusi air yang sangat banyak.
(Lester R. Brown, ”Plan B.30 – Mobilizing to Save Civilization”, The Earth Policy Institute, 2008.) 4,6% Air bersih di dunia yang digunakan untuk ternak.

9.            Di Amerika Serikat sendiri, trilyunan galon air irigasi digunakan untuk menanam pakan ternak setiap tahunnya. Sekitar 85% dari sumber air bersih di Amerika Serikat digunakan untuk itu. Ternak juga menimbulkan limbah biologi berlebihan bagi ekosistem.
KONSUMSI AIR UNTUK MENGHASILKAN 1kg MAKANAN DALAM PERTANIAN PAKAN TERNAK DI AMERIKA SERIKAT
1 kg daging
Air (liter)
Daging sapi
1.000.000
Ayam
3.500
Kedelai
2.000
Beras
1.912
Gandum
900
Kentang
500

10.      (Henning Steinfield, dkk., h.294) 77 juta ton Protein nabati yang dapat dimakan manusia tetapi diberikan ke ternak. Sebaliknya, ternak hanya memberi 58 juta ton protein untuk manusia.
11.       Untuk memproduksi 1kg daging, telah menghasilkan emisi karbon dioksida sebanyak 36,4 kilo. Sedangkan untuk memproduksi 1 kalori protein, kita hanya memerlukan 2 kalori bahan bakar fosil untuk menghasilkan kacang kedelai, 3 kalori untuk jagung dan gandum; akan tetapi memerlukan 54 KALORI ENERGI MINYAK TANAH UNTUK PROTEIN DAGING SAPI!
Itu berarti kita telah memboroskan bahan bakar fosil 27x lebih banyak hanya untuk membuat sebuah hamburger daripada konsumsi yang diperlukan untuk membuat hamburger dari kacang kedelai!!
12.      (www.eatveg.com ; 30/8/8) 260 tahun Waktu habisnya persediaan minyak fosil dunia bila semua orang bervegetarian. Jika seluruh manusia makan daging, dalam 13 tahun minyak fosil dunia habis.
13.      (www.eatveg.com ; 30/8/8) 125 ton/detik Berat kotoran seluruh ternak di Amerika. Bandingkan dengan 6 ton/detik feses yang dihasilkan oleh seluruh penduduk Amerika.
14.      Memelihara hewan ternak membutuhkan, energi listrik, lampu, penghangat ruangan, mesin pemotong, mesin pendingin untuk menyimpan daging (digunakan oleh para distributor daging, restoran, pengecer, pasar dll), dan peralatan elektronik semua itu sangat boros energi.
15.      Transportasi yang digunakan untuk mengangkut hewan ternak, makanan ternak, sampai dengan elemen pendukungnya (seperti obat-obatan) menghasilkan emisi karbon yang signifikan.
16.      Peternakan menyedot banyak sumber daya alam lainnya, mulai pakan ternak, obat-obatan, hormon untuk mempercepat pertumbuhan. (mengapa tidak kita sendiri yang langsung mengkonsumsi daun/sayur-sayuran/buah-buahan yang hewan ternak makan, mengapa kita menjadi konsumen terakhir?)


17.       Limbah berupa kotoran ternak mengandung senyawa NO (Nitrogen Oksida) yang berbahaya 300x lipat dibandingkan CO2. Di Amerika Serikat saja, hewan ternak menghasilkan tidak kurang lebih 39,5 ton kotoran perdetik!! Bayangkan berapa banyak jumlah tersebut diseluruh dunia. Jumlah yang luar biasa besar membuat sebagaian kotoran tidak dapat diproses lebih lanjut menjadi pupuk, atau hal-hal berguna lainnya, akhirnya yang dilakukan oleh pelaku industri peternakan modern membuangnya kesungai atau tempat lainnya yang akhirnya meracuni tanah dan sumber air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar