Minggu, 18 November 2012

Bully di Kalangan Remaja


Tahukah kalian apa itu Bully? Istilah bullying ini terkait dengan bull, sapi jantan yang suka mendengus (untuk mengancam, menakuti-nakuti, atau memberi tanda). Kamus Marriem Webster menjelaskan bahwa bully itu adalah to treat abusively (memperlakukan secara tidak  sopan) atau to affect by means of force or coercion (mempengaruhi dengan paksaan dan kekuatan).
Dalam dunia anak-anak, Dan Olweus, seorang pakar yang berkonsentrasi menangani praktek bullying, menyimpulkan, bullying pada anak-anak itu mencakup penjelasan antara lain: a) upaya melancarkan permusuhan atau penyerangan terhadap korban, b) korban adalah pihak yang dianggap lemah atau tak berdaya oleh pelaku, dan c) menimbulkan efek buruk bagi fisik atau jiwanya (Preventing Bullying, Kidscape, UK, 2001).
Bully sering sekali terjadi dimana-mana terutama di sekolah. Apalagi ketika masa orientasi siswa atau yang kita kenal dengan sebutan ospek. Apakah itu merupakan hal yang wajar? Apakah itu merupakan hal biasa yang terjadi saat ospek tiba? Hampir semua siswa baru takut saat pertama kali masuk sekolah. Apa yang mereka takutkan? mereka takut akan di bully oleh senior-senior mereka. Takut akan ditindas dan dikerjai senior-senior mereka yang menurut saya "sangat" kurang kerjaan itu. Tiba-tiba datang ke kelas terus membawa korban ke wc lalu di caci maki tanpa alasan yang jelas. Yang menurut saya mereka seperti itu hanya ingin tenar, di takuti junior, dan sok berkuasa !
Saya mengambil contoh dari kasus seorang murid di SMA negri ternama yang babak belur di keroyokin seniornya hanya karna tidak sengaja melewati lorong atau jalan yang cuma anak kelas XII saja yang boleh melewati jalan tersebut , mereka menyebutnya jalur Gaza (ampuuun, ga banget deh). Menurut saya itu sudah sangat tidak masuk di akal. Tindakan mereka SANGAT MEMALUKAN! Sangat memalukan untuk seseorang yang berstatus "SISWA ATAU MURID"!

Banyak alasan mereka (pelaku bully) melakukan hal tersebut, diantaranya :
  1. Ingin disegani atau ditakuti junior,
  2. Ingin dilihat hebat oleh junior mereka,
  3. Ingin menunjukan bahwa mereka lah yang berkuasa di sekolah itu (hello… kalian cuma seorang murid, bukan pemilik sekolah itu!),
  4. Sebal dengan junior mereka yang lebih eksis dari mereka (so what?),
  5. Pacar mereka ada yang naksir sama junior (kasian),
  6. Atau balas dendam karena mereka dulu juga di perlakukan seperti itu oleh mantan senior mereka.
Selain hal di atas, banyak beberapa hal yang merupakan penyebab dari Bullying. Antara lain :
1.    Lingkungan yg tidak kondusif
Lingkungan yg tidak kondusif merupakan salah satu penyebab bullying terjadi karena lingkungan masyarakat akan sangat berpengaruh dalam pembentukan pribadi remaja. Kekacauan dan perkelahian dalam penyelesaian masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat pun menjadi sesuatu yang ditiru oleh remaja dalam menyelesaikan masalah mereka. Begitu pula pada zaman sekarang banyak siaran media dan media elektronik yang menampilkan bermacam-macam bentuk kekerasan. Yang lebih berbahaya lagi jikalau Bullying tersebut terjadi dalam lingkungan keluarga remaja. Misalnya remaja yang mengalami broken home mempunyai potensi untuk melakukan kekerasan karena tidak adanya pembentukan nilai moral  dan kurangnya rasa kasing sayang dalam keluarganya.
2.    Tradisi lanjutan
Adanya "warisan" dari keluarga, senior maupun teman se-geng. Kepribadian kita mulai terbentuk saat remaja, hal inilah yang membuat kita suka "ikut-ikutan" dengan orang sekitar kita, apabila ada seorang teman yang menjahili bahkan melakukan kekerasan kepada temannya yang lain, tekadang kita melibatkan diri dengan cara yang salah, bukan melerai/ menasihati mereka malahan ikut menindas mereka. Ketika mendapat tindakan bullying dari senior, begitu kita yang menjadi senior akan ada keinginan untuk menindas junior kita dengan alasan yang sebenarnya tidak masuk akal "Karena saya juga dperlakukan seperti itu dulu!!" dan pada akhirnya
3.    Orangtua yang terlalu cuek
Akibat sibuknya orang tua dengan pekerjaannya, mereka jarang menghabiskan waktu dengan anak mereka. Tidak adanya komunikasi antara anak dan orang tua akan berakibat fatal, kita tidak akan tahu keadaan masing-masing. Sesibuk apapun orangtua, tetaplah kewajiban mereka untuk menanamkan nilai-nilai moral yang ada, dan menanamkan rasa kepercayaan kepada anak mereka karena dengan menunjukkan rasa percaya, anak tersebut dengan sendirinya akan memiliki rasa tanggung jawab terhadap kepercayaan yang telah diberikan.
"Parents can play a key role in preventing and stopping bullying. But first they have to know if their children bully or are bullied by others. Many parents do not discuss bullying with their children, and many children do not raise the topic of bullying with their parents."
4.    Iri hati
Adanya ketidakpuasan dari apa yang sudah ia punya juga menjadi salah satu faktor pendorong untuk melakukan bullying, ketika melihat orang lain yang lebih daripada dirinya, ia akan melakukan cara-cara yang bisa membuat saingannya itu terjatuh, dan tentunya dengan cara yang tidak seharusnya. Biasanya bullying yang terjadi akibat iri hati adalah bullying secara verbal dan bullying secara tidak langsung.ko
Tapi menurut saya apapun alasan mereka, mereka tidak sepantasnya mereka seperti itu. apalagi mereka seorang murid, orang yang berpendidikan. Mereka seharusnya faham mana yang pantas dilakukan dan mana yang tidak pantas mereka lakukan.
Mengapa Korban bullying banyak yang tidak melapor?
1.      Korban diajarkan untuk tidak mengadu
2.     Sebagian besar korban belajar dari pengalaman bahwa tidak semua orang dewasa peduli tentang apa yang mereka alami
3.     Korban takut mempeburuk keadaan dengan melapor, karena adanya ancaman dari pelaku
4.     Korban merasa rendah diri dan malu
5.     Adanya perasaan dari pihak korban bahwa hal ini harus dihadapi sendiri
6.     Korban TIDAK TAHU harus meminta bantuan kepada siapa
Apa Dampak dari Bullying?
1.      Salah satu dampak dari bullying yang paling jelas terlihat adalah kesehatan fisik. Beberapa dampak fisik yang biasanya ditimbulkan bullying adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, flu, batuk, bibir pecah-pecah, dan sakit dada. Bahkan dalam kasus-kasus yang ekstrim seperti insiden yang terjadi di IPDN, dampak fisik ini bisa mengakibatkan kematian.
2.     Terganggu prestasi akademisnya atau sering sengaja tidak masuk sekolah.
3.     Timbulnya gangguan psikologis pada korban bullying, seperti rasa cemas berlebihan, selalu merasa takut, depresi, ingin bunuh diri, dan gejala-gejala gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder)bahkan depresi dan berkeinginan untuk bunuh diri dengan menyilet-nyilet tangannya sendiri
4.     Kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial
5.     Rusaknya nilai kemasyarakatan yang ada kedepannya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar