Senin, 07 Januari 2013

Pembuatan Asbak dari LIMBAH KACA dan DAUN KERING

Pembuatan Asbak Dari Limbah Kaca dan Daun Kering



1
RUMUSAN MASALAH
1.      Melimpahnya limbah kaca yang ada di lingkungan sekitar
2.      Limbah kaca merupakan sampah anorganik sehingga tidak dapat diuraikan
3.      Sampah – sampah seperti kaca, akan membahayakan lingkungan hidup jika dibiarkan begitu saja
4.      Terus meningkatnya kebutuhan akan pernak – pernik maupun hiasan rumah
TUJUAN
1.      Mengurangi limbah kaca yang ada di lingkungan sekitar
2.      Mengubah sampah – sampah anorganik (kaca) menjadi barang – barang lain yang lebih ekonomis dan bernilai tinggi sehingga sampah / limbah kaca tidak terbuang sia – sia
3.      Mengelola sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup
4.      Menarik minat konsumen dengan barang – barang yang bernilai estestika namun merupakan hasil dari daur ulang. Jadi, walaupun kita meminimalisir pengunaan barang – barang yang tidak dapat diuraikan, masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan mereka
MANFAAT
1.      Menambah kreatifitas
2.      Mengurangi pembuangan limbah / barang yang sudah tidak terpakai di lingkungan kita
3.      Mengurangi pencemaran
4.      Menghemat lahan TPA
5.      Lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman
6.      Memperoleh barang – barang yang bernilai ekonomis dengan modal barang – barang yang kurang berdaya guna

ALAT 

  1. Amplas
  2. Baskom
  3. Gunting
  4. Besi lurus sebagai alat tumpu memotong
  5. Spidol
  6. Pemotong kaca
  7. Tang
  8. Setrika
BAHAN
  1. Kaca bekas dengan tebal 3 mm dan 5 mm
  2. Cermin bekas dengan tebal 2 mm
  3. H2O2 (Hidrogen Peroksida) dengan kadar 50% sebanyak 200cc
  4. Lem kaca
  5. Asam sitrat (sitrun) kemasan kecil
  6. Spons
CARA MEMBUAT ASBAK
  1. Potong kaca yang memiliki tebal 5 mm, dengan ukuran sebagai berikut : 10 x 10 cm sebanyak 1 buah, 2 x 2 cm sebanyak 4 buah8 x 1 cm sebanyak 28 buah
  2. Potong kaca yang memiliki tebal 3 mm, dengan ukuran sebagai berikut : 7 x 7 cm sebanyak 1 buah, 3 x 7 cm sebanyak 4 buah
  3. Potong cermin yang memiliki tebal 2 mm, dengan ukuran sebagai berikut : 4 x 1,5 cm sebanyak 4 buah, 3 x 1,5 cm sebanyak 4 buah
  4. Potong spons dengan ukuran 2 x 2 cm sebanyak 4 buah
  5. Gunakan kaca yang memiliki tebal 5 mm dengan ukuran 10 x 10 cm sebagai alas / dasar asbak
  6. Buat dinding / kerangka asbak menggunakan kaca yang memiliki tebal 5 mm dengan ukuran 8 x 1 cm sebanyak 28 buah, dengan menyusunnya seperti menyusun batu bata dengan menggunakan lem kaca
  7. Pemberian lem pada kaca sebaiknya dengan mengoleskan lem dari tengah kemudian memanjang ke samping
  8. Buat lengkungan pada mulut asbak (sebagai tempat meletakkan rokok) dengan mengunakan pemotong kaca kemudian dihaluskan mengunakan amplas
  9. Buat kaki asbak dengan menempelkan kaca yang memiliki tebal 5 mm dengan ukuran 2 x 2 cm pada keempat sudut asbak
  10. Tempelkan spons pada keempat kaki asbak
  11. Hasilnya seperti gambar di bawah ini

 PEMBUATAN DAUN KERING SEBAGAI HIASA

  1.  Campurkan H2O2 dengan dua per tiga bungkus sitrun (kemasan kecil)  pada baskom
  2. Masukkan daun kupu – kupu ke dalam campuran tadi
  3. Rendam minimal hingga 1 hari 1 malam
  4. Tiriskan daun tadi kemudian keringkan
  5. Agar daun terlihat lebih bagus dan rapi, setrikalah daun tersebut satu persatu
  6. Daun siap digunakan

PEMASANGAN DAUN KERING SEBAGAI HIASAN
  • Susun daun kering tadi di alas dalam asbak dengan pola seperti di bawah ini

  • Sisa daun ditekuk kemudian ditempelkan di dinding dalam asbak
  • Press / tekan daun tersebut menggunakan kaca yang memiliki tebal 3 mm dengan ukuran 7,5 x 7,5 cm (tanpa lem)

  • Susun beberapa daun lagi di dinding dalam asbak yang diselipkan di luar sisa daun awal tadi, seperti gambar di bawah ini


  • Setelah tersusun rapi, press / tekan menggunakan kaca yang memiliki tebal 3 mm dengan ukuran 7,5 x cm
  • Ulangi kegiatan di atas hingga semua bagian dalam asbak tertutup, sebaiknya penggunaan lem hanya digunakan untuk merekatkan kedua sisi kaca yang benar – benar harus melekat. Karena, sisa lem yang terlihat akan mengurangi nilai estestis dari asbak tersebut
  • Potonglah sisa daun yang tidak tertutup kaca
  • Untuk bagian atas /mulut asbak (bagian dari perpotongan daun dan kaca), ditutup dengan cermin yang memiliki tebal 2 mm
  • Hasilnya seperti gambar di bawah ini

TERIMAKASIH ATAS KERJA SAMANYA KEPADA :
  • Berliantika Dara A
  • Dimas Wahyu S
  • Rizky Fizal F
  • Rusti Nurgya O

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar